Narkoba telah menjerat hidupku, hampir saja saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan impian. Untung saja keluargaku memaksa untuk pengobatan di MMHC tahun 2016 dulu.Selain pengobatannya yang terpadu saya juga masih bisa ikut program rehabilitasi sambil bekerja. Saya bersyukur telah terbebas dari narkoba setelah dari MMHC dan saat ini saya sudah memiliki keluarga dan masih tetap bekerja.
Sudah 7 tempat rehabilitasi yang saya jalani untuk penyembuhan gangguan skizofrenia saya. Hanya di MMHC saya merasa dimanusiakan. Saya akhirnya bisa pulih dan belajar beraktifitas kerja sehingga semangat hidup saya tumbuh kembali.
Gangguan bipolar telah menjadikan saya dikucilkan di sekolah bahkan harus putus sekolah. Bersyukur saya berobat di MMHC bisa memulihkan bipolar saya sambil homeschooling sehingga saya tetap bisa melanjutkan kuliah di jurusan yang saya inginkan
MMHC itu selain metode terapi nya yang terpadu, ada dokternya, ada psikologinya, ada konselor pendampingnya juga kegiatannya menarik. Jadi saya merasa tidak sedang di tempat rehabilitasi. Berasa kayak di rumah sendiri, rumah kos-kosan. Konselornya ramah-ramah dah kayak teman sendiri bisa jalan bareng. Dan yang paling seru ada outbond nya.
Saya sudah sempat percobaan bunuh diri. Karena merasa tidak ada harapan lagi. Tidak ada orang yang peduli lagi. Ternyata itu bagian dari gangguan Depresi saya. Dengan banyak melibatkan sesi keluarga dalam terapi, itu yang membuat saya bangkit dan sadar bahwa di MMHC yang berubah itu tidak hanya saya tetapi orang tua pun dituntut untuk berubah .terimakasih MMHC..
Dulu saya menganggap psikiater dan ajaran agama tidak ada hubungannya dalam proses terapi. Setelah mengikuti program pemulihan di MMHC saya sadar ternyata psikiater dan agamawan memiliki peran yang sama untuk saling membantu dalam pemulihan gangguan kejiwaan.