loader image
Wait a moment...

Selamat dari Burnout: Kesehatan Mental Kamu Harus Jadi Prioritas

Secara sederhana burnout  adalah sebuah kondisi yang menyebabkan diri kamu kelelahan secara mental dan berdampak pada menurunnya produktivitas kerja kamu di kantor. Sebelum kamu self diagnosed dengan bertanya pada Mbah Google, tentang apakah Kamu sedang burnout. Sekarang mari kita kenali terlebih dahulu, apa yang menyebabkan kamu burnout. Menurut survey yang dilakukan oleh Medscape 2020, burnout disebabkan oleh:⁣ 55% paperwork, 33% bekerja terlalu lama, 30% penggunaan elektronik, 32% tidak dihargai, 29% tidak dibayar sesuai⁣. Berdasarkan data tersebut, kamu bisa kalkulasi jika kamu merasa mulai tidak produktif lagi di kantor, apakah penyebab yang kami sebutkan di atas telah menjadi faktor penyebabnya.

Memangnya Kenapa Kalo Burnout?

Bahkan orang-orang seperti Elon Musk tidak menyarankan pekerjaan mengambil alih seluruh waktu dalam kehidupan kita. Konsep bekerja 120 Jam seminggu diakui Elon Musk mengganggu kesehatan mental dirinya. Mulai dari Tweet nya yang mengagetkan executive di Tesla karena Elon mendadak ingin menjual perusahaan tersebut, hingga wawancara terakhirnya dengan New York Times yang pilu dan membuat dia beberapa kali menahan tangis, dan mengatakan bahwa hal yang dia lakukan tidak untuk semua orang. 

Sebelum kita berasumsi bahwa hal seperti itu hanya bisa dialami oleh Elon Musk karena dia seorang pemilik perusahaan, coba kamu ingat kembali tentang fenomena Karoshi di Jepang, yang menyebabkan kematian pada pegawai di Jepang akibat kelelahan dalam bekerja. Di Indonesia sendiri dampak burnout ini pernah menggegerkan industri periklanan karena ada seorang pegawainya yang meninggal akibat kelelahan dalam bekerja.  Faktanya Burnout tidak memandang level atau jabatan. Burnout bisa dirasakan oleh semua pekerja di semua level. Untuk menjawab pertanyaan di atas, memang kenapa kalo burnout? Pertanyaannya adalah, apakah kamu siap menukar kesehatan mental-mu atau bahkan kesehatan biologis-mu untuk pencapaian dalam pekerjaan? 

Mengenali 12 Tahap Burnout

Kalo kerja sesuai passion Nggak akan burnout, apa iya?

Sebagian orang memiliki opini bahwa Burnout hanya bisa terjadi pada kamu yang tidak bekerja sesuai dengan passion atau hasrat. Padahal faktanya hal tersebut beda konteks. Kelelahan mental tidak ubahnya seperti seorang atlet yang kelelahan dalam latihan atau pertandingan. Apakah karena passionnya dalam sepak bola Cristiano Ronaldo harus berlatih 20 jam dalam sehari? Jika iya, maka dia bisa mengalami cedera akibat kelelahan. Passion atau kewajiban, seorang manusia tidak didesain untuk bekerja setiap saat. Berikut ini adalah 12 tahap kalau kamu sedang mengalami burnout.

– Memiliki ambisi yang berlebihan

– Memaksa diri untuk bekerja lebih keras

– Mengabaikan kebutuhan diri sendiri

– Mengarahkan emosi negatif ke orang lain

– Tidak punya waktu untuk kebutuhan di luar pekerjaan

– Mulai penyangkalan

– Menarik diri dari sekitar

– Perubahan perilaku dari biasanya

– Terjadinya depersonalisasi

– Merasa hidup nya hampa

– Depresi

– Kelelahan mental maupun fisik, bahkan sampai sakit

Tubuh manusia memiliki kecerdasan. Hanya Saja kamu tidak peka pada kesehatanmu sendiri.

Tubuh dan pikiran kamu memiliki kecerdasannya sendiri. Oleh karena itu, jika kamu mulai mengalami kelelahan baik fisik maupun mental. Maka biasanya tubuhmu akan mengirimkan sinyal untuk kamu perhatikan. Berikut ini adalah ciri-ciri bahwa kamu sudah mengalami burnout:

– Mengalami depresi⁣

– Memiliki masalah hubungan dengan keluarga ataupun teman kantor⁣

– Kelelahan yang berkepanjangan⁣

– Mengisolasi diri dari orang lain⁣

– Kehilangan motivasi⁣

– Pemakaian obat-obatan⁣

Selamat Dari Burnout yang mengancam diri dan karirmu.

Faktanya burnout atau stress kerja adalah masalah organisasi dan perlu ditangani dengan tepat. Dengan managerial yang terstruktur dan pemahaman mengenai penyebab terjadinya burnout, perusahaan dapat mencegah kehilangan orang-orang terbaiknya. Namun, ironisnya sebagian besar perusahaan masih menganggap bahwa stres kerja adalah masalah pribadi, karena setiap orang mengalami hal yang berbeda saat menghadapi kelelahan, tidak produktif. Untuk itu di beberapa perusahaan telah menerapkan sebuah indeks yang mencangkup kesehatan mental dan kelelahan kerja. Aset terbesar perusahaan untuk menjalankan bisnisnya adalah pegawai atau karyawannya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu terapkan setelah kamu merasa burnout:

– Berbicara pada supervisor mu atau HRD⁣ 

– Mencoba hal baru yang menenangkan, seperti; mengikuti yoga, berlatih pernapasan⁣

– Tidur yang cukup⁣

– Bercerita pada sahabat atau  profesional ⁣seperti Psikolog atau Konselor

– Mengundurkan diri dan mencari perusahaan lain

Program Online Konseling Untuk Kamu 

Madani Mental Health Care memiliki konselor yang bisa kamu hubungi saat kamu merasa burnout. Program ini bisa menyesuaikan dengan kesibukanmu di kantor. Hubungi kami terlebih dahulu untuk menceritakan burnout yang kamu alami, dan mulai mengganggu produktivitas kerja dan berdampak pada kesehatan mental-mu. Segera hubungi kami di nomor 0812-1380-0810 sekarang untuk kesehatan mental mu dan kebahagiaan orang di sekitarmu.

Bagikan tulisan
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
× How can I help you?