Judul di atas ditulis terinspirasi dari Album musik dari film Badai Pasti Berlalu garapan Teguh Karya yang dirilis pada tahun 1977. Makna positif dari judul tersebut yang ingin kami bawa sebagai harapan bagi kamu untuk bisa melalui fase dari kehilangan orang yang kamu cintai.
Sebagai makhluk sosial, manusia saling membutuhkan satu sama lain. Hal inilah yang menjadi penyebab rasa sedih pada saat kamu kehilangan orang yang dicintai. Bentuk kehilangan ini bisa karena berbagai macam hal, yang diantaranya, pergi dalam waktu yang lama, atau berpisah karena perbedaan aturan agama atau budaya. Dari kedua contoh tersebut, kehilangan terbesar adalah ketika orang yang kamu cintai harus berpulang (meninggal). Dua jenis kehilangan di atas sebelumnya yang berhubungan dengan waktu atau aturan masih bisa membuat kamu memiliki harapan, dan mengusahakan sebuah cara untuk bertemu kembali. Berbeda dengan ketika orang yang kamu cintai telah tiada.
Fase kesedihan seperti ini bisa membuat kamu mengalami fase berduka atau fase depresi. Kedua fase tersebut memang memiliki persamaan, namun dengan memahami batasan antara keduanya terlebih dahulu, setidaknya akan membantu kamu untuk melalui fase kehilangan. Depresi merupakan fase dimana diri kamu membutuhkan pertolongan secara profesional dari bidang kejiwaan, sementara berduka justru merupakan fase yang kamu butuhkan dan akan membantu kamu melalui fase kehilangan dengan wajar. Hal yang sama disampaikan dalam sudut pandang klinis, yang mengatakan fase awal di minggu pertama. Seseorang yang kehilangan orang yang dicintai sebaiknya tidak terlebih dahulu di diagnosa telah mengalami depresi. Akan tetapi DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) edisi pertama menyebutkan bahwa fase berduka dapat menjadi pemicu fase depresi.
PERSAMAAN FASE BERDUKA DENGAN FASE DEPRESI
Setelah kamu memahami batasan dari kedua fase tersebut, sekarang mari kita bahas persamaannya. Pemahaman yang baik atas kedua fase tersebut setidaknya bisa membantu kamu untuk melalui fase kehilangan ini dengan wajar. Berikut adalah persamaan ciri-ciri antara kedua fase tersebut:
- Sedih yang mendalam
- Insomnia atau sulit tidur
- Nafsu makan yang berkurang drastis
- Penurunan berat badan
Dengan memahami persamaan dari kedua fase tersebut di atas, setidaknya kamu bisa memahami bahwa, fase berduka bisa menjadi pemicu munculnya fase depresi, akan tetapi tidak semua orang yang mengalami kehilangan akan mengalami fase depresi.
APA YANG HARUS KAMU LAKUKAN JIKA KAMU MENGALAMI HAL INI
Apapun dampak yang kamu alami setelah kehilangan orang yang kamu cintai. Sangatlah penting bagi kamu untuk memastikan apakah kamu sedang mengalami fase berduka atau fase depresi. Hubungi dan bicarakan ini dengan dokter atau konselor yang bisa membantu kamu menjelaskan batasan antara fase berduka dengan fase depresi. Jika dalam diagnosa nanti ternyata kamu sedang mengalami fase berduka yang normal, maka tidak ada yang perlu kamu khawatirkan karena fase berduka merupakan cara tubuh kamu, untuk melalui proses kehilangan dengan wajar. Sementara itu jika hasil diagnosa yang kamu dapat mengarah pada ciri-ciri depresi, segera konsultasikan hal ini agar kamu mendapatkan program penanganan yang efektif. Bersama Madani Mental Health Care kamu bisa mengetahui hal ini. Tenaga profesional di Madani Mental Health Care dapat memberikan solusi yang tepat untuk kamu melalui fase kehilangan yang sedang kamu alami. Kamu juga bisa menanyakan terlebih dahulu ke nomor 0812-1380-0810. Semoga kamu baik-baik saja dan kami turut bersedih atas kehilangan yang sedang kamu alami.



