Madanimentalhealthcare.com – Banyaknya pekerjaan mungkin hal yang sering ditunggu-tunggu oleh seseorang. Karena semakin banyaknya pekerjaan, maka semakin banyak juga penghasilan yang didapatkan. Namun, terlalu padatnya pekerjaan justru bisa menyebabkan seseorang mengalami stress kerja atau burn out. Kondisi ini pernah dialami oleh YM yang memiliki pekerjaan sebagai penceramah.
Stres kerja yang dialami oleh YM menyebabkan dirinya mengalami kecemasan dan keluhan yang tidak biasa. Bahkan, YM pernah melakukan treatment keagamaan berupa ruqyah untuk mengatasi masalahnya tersebut, namun tidak berhasil. Bagaimana YM melewati kondisi ini? Simak kisahnya di bawah ini.
Tidur Hanya 2-3 Jam Sehari
Pria yang sudah berusia 50 tahun ini memang merupakan penceramah yang baik. Bahkan, dirinya sudah dipercaya sejak remaja. Karena cara penyampaiannya yang mengena hati, YM akhirnya diundang oleh beberapa media. Mulai dari sini, tawaran mengisi ceramah YM menjadi banyak sekali.
Tepatnya sekitar waktu bulan Ramadhan, YM mengaku dirinya sudah mengisi ceramah sejak subuh dan baru bisa sampai rumah sekitar jam 12 malam. Sehingga YM hanya bisa tidur sekitar 2-3 jam saja setiap harinya. Rutinitas ini lambat laun membuat YM mengalami beberapa kondisi yang membuatnya tidak nyaman. Padahal, YM mengira hal ini merupakan hal yang biasa terjadi dan bukanlah suatu masalah. Namun, keluarga merasa khawatir dan membawa YM ke Madani Mental Health Care.
Gejala yang Dialami YM
Bukan kelelahan seperti biasanya, YM mulai mengalami keluhan seperti kecemasan yang tidak wajar, hingga ketakutan dirinya meninggal dunia.
“Seorang penceramah yang takut meninggal. Hal ini kan tidak relevan dengan pemahaman yang dia punya,” ujar konselor Madani yang membantu pemulihan YM.
Apa yang Madani Lakukan dalam Membantu YM?
Sesi pertama yang dilakukan YM di Madani yaitu screening atau sesi mengungkapkan masalahnya. Setelah melihat gejala yang muncul, YM direkomendasikan beberapa hal. Pertama, kondisi yang dialami YM merupakan bentuk kondisi fisiknya yang mengalami keluhan waktu tidur sehingga perasaan dan pikiran turut terganggu. Akhirnya YM direkomendasikan ke layanan psikiater Madani.
Mengalami Stress Kerja
Selama terapi psikologis, hasil observasi menyebutkan bahwa YM didiagnosa mengalami gejala stress karena aktivitas pekerjaannya. Dilihat dari aspek biologisnya, YM memiliki hambatan pada pola istirahat dan tidur selama satu bulan. Meskipun, YM mengaku kurangnya tidur merupakan hal yang biasa. Disini Madani memberikan edukasi mengenai pentingnya hidup sehat. Karena kualitas akan mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Akhirnya, YM mengaku dan menyadari salah satu penyebab gangguan yang dialami selama ini.
Setelah memberikan edukasi mengenai pentingnya kualitas tidur yang baik, Madani membantu YM untuk mengatur waktunya, seperti bagaimana cara dirinya menentukan antara waktu bekerja dan waktu istirahat. Memang hal ini terlihat sangat sederhana, namun banyak orang yang belum mampu mengatur waktunya dengan baik.
Hasil Proses Pemulihan Kesehatan
YM pun fokus proses pemulihan kesehatan mentalnya selama 3-4 hari. Tidak bekerja selamanya bukanlah solusinya. YM tetap beraktivitas seperti biasanya, tapi dirinya perlu membatasi pekerjaannya hanya hingga jam 10 malam agar dapat memperbaiki pola tidurnya.
Satu bulan berlalu, dengan sistem rawat jalan, YM merasa pola tidur dan kecemasannya, seperti ketakutan dan paranoid akan sesuatu yang tidak masuk akal ini pun semakin baik. Kondisi YM ini juga karena dukungan dari keluarga yang luar biasa dalam proses pemulihan. Salah satu dukungan keluarga YM yaitu membantunya membagi waktu.
Hidup Tidak Hanya Tentang Bekerja
Pada aspek sosialnya, YM juga mulai membatasi dirinya dari pekerjaan. YM mulai lebih menghabiskan waktu bersama keluarga, bersosialisasi dengan lingkungan, sehingga waktunya tidak dihabiskan hanya untuk bekerja.
“Agar tidak terkesan seperti robot. Meski profesi penceramah merupakan profesi yang sangat baik,” ucap konselor Madani yang selalu mendampingi YM.
Tubuh Punya Hak untuk Istirahat
Secara aspek spiritualnya, Madani menumbuhkan pemahaman yang berkaitan dengan hak-hak seorang manusia. Dalam hal ini mengacu pada tubuh manusia yang juga memiliki haknya, seperti butuh istirahat, pikiran, dan bahkan perasaan. Kemampuan manajemen waktu yang baik merupakan hal yang sangat dibutuhkan agar tidak memicu stress kerja kembali.
YM Bersyukur
Setelah pengobatan satu bulan, YM akhirnya pulih dari kondisi stres kerjanya. YM kini mampu mengatur pola hidupnya yang lebih sehat lagi, termasuk caranya menghadapi stress dan mengolah pikirannya. Sehingga YM saat ini terhindar dari kondisi stress kerja seperti sebelumnya.
“YM bersyukur banget setelah proses pengobatan satu bulan,” ujar konselor Madani dengan senangnya.
YM Bukan Satu-satunya
Kondisi ini tidak hanya dialami oleh YM. Mungkin banyak orang yang diluar sana yang mengalaminya, namun menganggap hal ini merupakan suatu kewajaran. Padahal kondisi ini lambat laun dapat memperburuk keadaan secara mental maupun fisiknya.
Semakin cepat orang yang hidup dengan gangguan mental ditangani, maka semakin cepat juga pulihnya. Seperti YM yang hanya membutuhkan waktu sekitar 1 bulan.
Ditambah lagi, saat pandemi tingkat angka stress pada pekerja melambung tinggi. Bahkan, hasil survey dari PPM Manajemen mencatat bahwa 80 persen pekerja di Indonesia mengalami gejala stres kerja selama pandemic virus corona atau Covid-19. Apakah kamu juga merasakan beberapa gejala stress kerja atau burnout, seperti YM? Ayo konsultasikan segera mungkin. Madani peduli dengan kesehatanmu. Hubungi ke nomor WhatsApp 0812 -1380-0810.


