loader image
Wait a moment...

Kalo Cinta Harusnya Nggak Bikin Cemas

Mengapa berada dalam hubungan percintaan, justru malah membuat kamu cemas? Apakah kecemasan merupakan tanda cinta? Lalu bagaimana cara menghadapi kecemasan dalam hubungan percintaan

Untuk Kamu yang sedang menjalani hubungan percintaan. Entah untuk yang pertama kali atau untuk kesekian kalinya. Kamu mungkin tahu ada beberapa mitos tentang hubungan percintaan, seperti, cinta pada pandangan pertama, pasangan yang bahagia nggak akan pernah berantem, atau cemburu merupakan tanda cinta. Tentu saja, yang namanya mitos bisa saja kita acuhkan. Akan tetapi, kalau kamu mau tilik lagi, ketiga mitos tersebut datang dari penetapan standar yang memperbolehkan kecemasan menjadi landasan dalam sebuah hubungan. Apakah benar kecemasan merupakan tanda cinta, atau bumbu yang akan membuat hubungan kalian menjadi semakin menarik? 

Jawabannya tentu saja bisa iya, tidak, dan tergantung pada pilihan masing-masing pasangan. Tapi pertanyaannya adalah, mengapa harus berada dalam sebuah hubungan yang membuat kamu cemas? Dikutip dari artikel Psychologytoday.com. Sebuah ilustrasi sederhana tentang mengapa kecemasan bukanlah sebuah tanda cinta. 

Dikisahkan seorang pasien yang menderita kanker, dan merupakan orang yang kalian cinta. Pada ilustrasi pertama. Kamu mengetahui kabar tersebut dan kamu mengirimkan makanan kesukaannya. Kamu memberitahu dia bahwa kamu bersedia membantu dia dalam hal apapun, dan dia menjawab. Bahwa dia sudah memiliki semua bantuan dan tidak membutuhkan apapun darimu untuk saat ini. Lalu kamu mengatakan padanya, bahwa kamu akan tetap memperhatikan dia dan akan selalu menanyakan kabar terbaru darinya. 

Sedangkan versi kedua adalah sebagai berikut: Kamu mengetahui kabar tersebut. Lalu kamu mengirimkan dia makanan favoritnya. Lalu kamu memberikan link video tentang kanker, dan kamu mengatakan padanya bahwa kamu ada selama 24/7 untuknya. Lalu dia menjawab, bahwa kamu tidak perlu melakukan itu semua, karena dia telah mendapat apa yang dia butuhkan. 

Kamu berpikir bahwa itu hanyalah kesedihan yang ditutupi. Lalu kamu tetap memaksakan semua perhatian berlebihan itu padanya. Ditambah dengan, kamu menceritakan apa yang dialami oleh dia pada orang-orang disekitarmu untuk menjelaskan tentang betapa menderitanyapasien yang menderita kanker.

Berdasarkan artikel tersebut, sebagian responden dalam artikel tersebut memilih bahwa versi kedua adalah gambaran dari cinta yang tulus. Sedangkan versi pertama adalah gambaran tentang orang tidak memiliki perasaan. Padahal melihat segala sesuatu dengan pola pikir subjektif yang ditambah dengan kecemasan, tidaklah menggambarkan cinta yang tulus. Sebaliknya melihat pilihan seseorang dan percaya bahwa dia bisa mengambil keputusan sendiri, adalah gambaran dari cinta yang tulus.

Jika kamu sedang cemas, hormon di dalam tubuhmu akan tidak seimbang. Apa yang kamu cemaskan berpengaruh terhadap kesehatan, fisik dan mentalmu. Hal tersebut akhirnya juga berpengaruh pada menurunnya tingkat konsentrasi dan proses pengambilan keputusan. Lalu apakah kecemasan merupakan tanda cinta? Jawabannya tentu saja tidak. Karena pada saat kamu cemas tentang keadaan orang yang kamu cintai. Saat itu juga kamu sedang membuat dia percaya tentang hal-hal yang belum tentu akan terjadi, dan hanya terjadi akibat kecemasan yang berlebihan. Sebaliknya jika kamu sedang merasa cemas tentang keadaan dia. Sebelum kamu sampaikan padanya. Kamu bisa coba analisa terlebih dahulu tentang subjek yang membuatmu cemas. Dengan kamu mengetahui akar kecemasanmu dan solusi dalam menghadapinya, maka kamu akan lebih tenang, dan tidak memicu pertengkaran yang tak semestinya. 

Jika kamu merasakan kecemasan sudah mendominasi pertengkaran dalam hubunganmu. Ada baiknya kamu menghubungi tenaga profesional di bidang kejiwaan, untuk melakukan sesi konsultasi atas masalah yang sedang kamu hadapi. Di Madani Mental Health Care kami banyak menangani teman-teman yang mengalami hal serupa. Dengan konsultasi dan perawatan yang relatif singkat, mereka bisa kembali menjalani hidupnya seperti biasa. Jika kamu ingin konsultasikan masalah kecemasan tentang hubunganmu. Kamu bisa menghubungi kami di nomor 0812-1380-0810 agar kami dapat memberikan solusi yang tepat untukmu.

Bagikan tulisan
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
× How can I help you?